Perencanaan Pembangunan Partisipatif Hak Ulayat Adat Berbasis Data

Pembuatan sketsa Wilayah Adat Marga Krimadi yang berdampingan dengan marga lain di wilayah adat Knasaimos Sorong Selatan, Papua Barat. Foto: Grison
Pembuatan sketsa Wilayah Adat Marga Krimadi yang berdampingan dengan marga lain di wilayah adat Knasaimos Sorong Selatan, Papua Barat. Foto: Grison

Perencanaan partisipatif merupakan perencanaan yang melibatkan banyak orang yaitu pihak masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda,perempuan,dan tokoh agama.

Namun dalam menjalankan proses ini perlu dilalui beberapa tahapan yaitu; Asessment bersama masyarakat setempat, penguatan Pelatihan fasilitator lokal, pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan perencanaan secara partisipatif berikut dengan pembuatan sketsa peta wilayah adat, pembentukan Badan Otoritas Adat (BOA), dan penetapan/pengesahan norma-norma hukum adat.

Proses tahapan ini dengan menentukan time scudul yang jelas, tepat dengan target waktu yang berkesinambungan, sehingga sampai dengan penyusunan dukumen Rencana Pembangunan Partisipatif Berbasis Hak Ulayat Adat di 19 Wilayah Adat Kabupaten Jayawijaya, dan langkah selanjutnya mendorong ke pihak Pemerintah dan Legislatif untuk menetapkan dalam satu Peraturan Daerah Kabupaten dalam proses pembiayaan program wilayah adat tersebut.

Manfaat dari perencanaan pembangunan partisipatif ini adalah kepada masyarakat adat yang terdiri dari marga, suku, klen suku yang selama ini mendiami dibawah satu institusi adat yang namanya Badan Otoritas Adat, membawahi Pilamo (honai) induk, Pilai Amun, (Anak Honai) dan Pilai Amun Lerek (Cabang dari Anak Honai). Sehingga dalam prosesnya akan nampak perubahan pembangunan di kalangan masyarakat adat karena akan berjalan sesuai dengan kearifan lokal yang ada d wilayah adat bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *