Pesona dan Misteri Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida

Danau Anggi Giji dari Puncak Pegunungan Arfak
Danau Anggi Giji dari Puncak Pegunungan Arfak

Kekayaan alam papua begitu mempesona ini terlihat dari luasnya alam ini yang merupakan salah satu pulau besar Indonesia. Jika kita berkunjung ke Indonesia Timur kususnya di papua akan disuguhkan alam yang indah. Kekaguman juga akan kita saksikan ketika berkunjung di wilayah Pegunungan Arfak. Pegunungan Arfak merupakan salah satu daerah yang terletak di Provinisi Papua Barat.

Alam yang mempesona dengan menyajikan hamparan hutan hijau yang masih liar, gunung yang menjulang tinggi, dan kehidupan perkampungan yang masih tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang berkunjung. Daya tarik yang tidak kalah pentingnya adalah Pegunungan Arfak memiliki dua danau yang memiliki keindahan tersendiri. Danau Anggi Giji yang terletak di pusat kabupaten dan Danau Anggi Gida yang terletak di Distrik Anggi Gida.

Rumah Adat Suku Arfak Kaki Seribu
Rumah Adat Suku Arfak Kaki Seribu

Kedua danau tersebut terletak di kawasan cagar alam pegunungan Arfak dan berada di ketinggian kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai wilayah dimana merupakan tempat tinggal suku Arfak, membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil berpenggerak 4 roda [4WD]

Medan jalan menuju tempat ini memang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Jalan tanah dengan bebatuan yang besar dan sungai-sungai yang dialiri air yang jernih dan segar yang harus diseberangi menjadi situasi yang dihadapi ketika menuju Pegunungan Arfak. Bahkan tidak jarang, para pelancong yang pergi ke ke wilayah ini jika tidak beruntung bisa terhambat dengan adanya longsor yang menghalangi jalan.

Jika cuaca seperti saat ini memang memiliki faktor cuaca yang dapat menghambat perjalanan menunju Pegunungan Arfak. Perjalanan menuju Pegunungan Arfak memang relatif lama, namun tidak perlu kuatir, sebab sepanjang jalan alam pegunungan Arfak menyajikan pemandangan alam yang tak akan dilupakan. Ada dua alternatif perjalan menuju kedua danau, baik danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida. Dari Manokwari menuju Ransiki yang merupakan wilayah Kabupaten Manokwari Selatan akan di tempuh dengan lama perjalanan hingga 4 jam. Sementara bila melalui jalur Menyambauw bisa ditempuh hingga 5 jam.

Bila kita berangkat dini hari dari Manokwari, kemungkinan besar kita akan menyaksikan indahnya matahari terbit diantara pegunungan Arfak. Keindahan ini tidak akan terbayar dengan nilai uang dan tidak akan berhenti bersyukur bila menyaksikannya. terbitnya matahari pagi diantara gunung-gunung besar seakan menguak kabut-kabut pagi yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah pegunungan.

Hangatnya matahari akan berpadu dengan dinginnya udara asli pegunungan dan menghasilkan kesejukan yang sangat nyaman dinikmati. Udarah perkampungan yang sejuk, serta sapaan penduduk kampung merupakan khas masyarakat asli suku Arfak. Kita akan melihat rumah tradisional kaki seribu yang menjadi ciri khas suku arfak.

Danau Anggi Giji maupun Gida memang sulit dicapai kedalamannya, namun itu semua tidak akan berarti ketika kita menyaksikan sendiri keagungan alam sekitar danau yang begitu menakjubkan. Bahkan, menurut warga setempat kedahsyatan kedua danau tersebut sudah diakui para peneliti baik dari dalam maupun dari luar negeri. Banyak sekali peneliti yang ingin meneliti kedalaman kedua danau tersebut, namun sampai saat ini belum ada yang mengetahui berapa kedalaman kedua danau tersebut. Ini menjadi misteri yang belum terungkap sebagai daya tarik tersendiri. Suarapapua.link [dano kafara]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *