RTRWP 2013 -2033 Provinsi Papua Barat, Ancam Lahan Gambut

Peta Lahan Gambut & Pola Ruang RTRWP Papua Barat
Peta Lahan Gambut & Pola Ruang RTRWP Papua Barat Tahun 2013 – 2032 (Skala 1 : 3.000.000)

Kawasan dengan fungsi budidya dalam rencana pola ruang RTRWP Papua Barat 2013-2033 seluas ± 6 jutaan hektar.  Dalam rencana tersebut diketahui terdapat lahan gambut dengan luasan ± 1 jutaan hektar dan sekitar ± 800 ribu hektar masuk kawasan budidaya (GIS Paradisea-2016).  Selain itu, ± 9 jutaan hektar penunjukan kawasan hutan di Papua barat terancam, dimana dikawatirkan hutan di Provinsi papua barat akan tersisa ± 3 jutaan hektar di tahun 2033.

Untuk itu, Yayasan Paradisea menyarankan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) untuk segera merevisi kebijakan penataan ruang di Provinsi Papua Barat.  Kebijakan tersebut berpotensi menciptakan konflik bagi ± 60 suku-suku masyarakat adat di Kepala Burung Papua serta menganggu cadangan karbon ± 318,1 juta ton karbon dari lahan gambut seluas  ± 974,21 ribu hektar di Provinsi Papua Barat (Wetlands International – Indonesia Programme 2006).

Selain itu, sejak 1 januari 2015 sampai 17 maret 2016 berdasarkan data dari NASA-FIRMS  terdapat ±  800-an titik api panas yang tersebar di wilayah selatan Papua barat.  Untuk itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Kementriaan (KLHK) serta pemegang izin-izin konsesi segera menyusun rencana antisipasi bahaya kebakaran lahan gambut seperti tahun 2015 lalu di Kabupaten Sorong Selatan, Fakfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Manokwari Selatan.

2 thoughts on “RTRWP 2013 -2033 Provinsi Papua Barat, Ancam Lahan Gambut

  • 31 Maret 2016 at 7:36 am
    Permalink

    papua memiliki shallow peatland terbesar di indonesia..gambut ini berpotensi besar dikomersialisasi….save the peatland..save the world

    Reply
    • 20 September 2016 at 10:35 am
      Permalink

      terima kasih drbio untuk komentarnya, Save our Peatland..!

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *