Gotong Royong Dalam Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua III

Masyarakat Adat Papua adalah warga yang senang bergotong royong dan saling membantu satu sama lainnya, hal ini dibuktikan pada saat Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua ke 3 tahun 2015 di Biak pada tanggal 1-4 November 2015.

Warga bergotong royong bahu membahu mempersiapkan segala keperluan dalam acara tersebut seperti membuat stand pameran dan panggung konferensi. Tanpa perlu dikomandoi lebih, warga sudah memiliki inisiatif sendiri untuk mengambil peran dan posisinya masing-masing.

Yowel Rumere (47) selaku Koordinator perlengkapan dalam acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut sudah menjadi tradisi yang telah melekat di hati warga secara turun temurun dari jaman dahulu.

“Kami masyarakat Papua memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Karenanya kami berusaha mengenal satu sama lain untuk bisa saling melengkapi sehingga terciptalah sebuah tim yang kompak”.

Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua ke III yang diselenggarakan di Biak ini tidak hanya didukung oleh masyarakat adat Papua saja, melainkan juga oleh persatuan masyarakat daerah lainnya seperti persatuan masyarakat jawa timur, jawa tengah, padang, dan madura. Persatuan masyarakat tersebut ikut meramaikan acara ini dan memberikan bantuan logistik secara sukarela.

Mama Atha (50) selaku koordinator seksi konsumsi menyatakan bahwa seluruh kelompok-kelompok masyarakat baik dari warga asli Biak maupun warga pendatang sudah terbiasa untuk saling membantu satu sama lain setiap ada kegiatan seperti ini.

panggung konferensi yang sudah selesai dibangun secara besama-sama
panggung konferensi yang sudah selesai dibangun secara besama-sama

“Saat kami punya hajat, kami pasti memberi tahu kepada mereka, dan mereka pasti datang membantu kami. Begitu juga sebaliknya, kami siap sedia membantu mereka. Kita semua bersaudara satu sama lain”. Kata mama Atha.

Dalam Konferensi Besar ini, panitia pelaksana mendirikan 31 stand pameran yang digunakan masyarakat adat se Papua, organisasi masyarakat, dan pemerintah.

“kami sudah bekerja maksimal untuk mengadakan acara ini, semoga dapat bermanfaat dan bisa membawa hasil yang baik bagi masa depan Papua nantinya” imbuh Rumere.

 

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *