Wilayah Adat Malamoi Dalam Kepungan 8 Perusahaan Sawit

Peta Sebaran Konsesi IUPHHK dan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Wilayah Adat Suku Moi, Sub Suku Moi Kelim, Kabupaten Sorong- Papua Barat.
Peta Sebaran Konsesi IUPHHK dan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Wilayah Adat Suku Moi, Sub Suku Moi Kelim di Kabupaten Sorong- Provinsi Papua Barat.

Wilayah Adat Malamoi di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat dalam Kepungan 8 Investasi Perkebunan Kelapa Sawit.
Sorong, Eges Malamoi – Dengan meningkatnya kebutuhan pasar dunia di bidang Biofuels maka akan berdampak pada hutan-hutan Tropis terakhir dan Masyarakat Adat di Tanah Papua.

Ekspansi perkebunan kelapa sawit telah berdampak besar bagi Msyarakat Adat Papua. Perluasan perkebunan kelapa sawit mengakibatkan hilangnya Tata Ruang Kelola Masyarakat Adat, tempat-tempat Sejarah.

Hal ini berdampak pada Masyarakata Adat Suku Moi di Kabupaten Sorong saat ini dan saat yang akan datang, akan mengalami krisis Lingkungan hidup dan hak-hak Masyarakat Adat.

Disebabkan karena wilayah kabupaten sorong merupakan salah satu investasi terbesar di bidang perkebunan kelapa sawit.

Hal ini terlihat ketika Wilayah Masyarakat Adat Suku Moi di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat yang saat ini di kepung oleh 8 perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit, diantaranya yang sudah mendapatkan Ijin Usaha Perkebunan (IUP) dari pemerintah daerah kabupaten sorong, provinsi papua barat, yaitu:

Tabel 8 Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit
Tabel 8 Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Data swit
Dari daftar delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit di atas, yang sudah beroperasi di wilayah adat suku moi adalah PT. Henrison Inti Persada (PT. HIP) dan PT. Inti Kebun Sejahtera, sedangan 6 perusahaan lainnya sudah mendapatkan Ijin Usaha Perkebunan kelapa sawit dari pemerintah kabupaten sorong dan hanya menggu waktunya untuk beroperasi.
Masyarakat Adat Suku Moi terkejut, ketika mendengar delapan ijin usaha perkebunan kelapa sawit yang di keluarkan oleh pemerintah kabupaten sorong.
Kekuatiran itu ada karena hutan yang merupakan sumber penghidupan bagi mereka akan hilang, ketika delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut beroperasi di wilayah adatnya.

Jika sampai delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit ini beroperasi maka wilayah adat yang merupakan ruang kelola masyarakat adat suku moi akan hilang dalam waktu 10 sampai 20 tahun akan datang. *Kalalu*

Peta Sebaran Konsesi IUPHHK dan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Wilayah Adat Suku Moi, Sub Suku Moi Kelim, Kabupaten Sorong- Papua Barat.
Peta Sebaran Konsesi IUPHHK dan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Wilayah Adat Suku Moi, Sub Suku Moi Kelim, Kabupaten Sorong- Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *